Jelang Mudik Lebaran 2025, Dishub Ciamis Siagakan Posko dan Rekayasa Lalu Lintas

“Kendaraan besar tidak diizinkan beroperasi selama mudik, kecuali truk pengangkut BBM, BBG, sembako, uang, dan ternak yang memiliki izin lengkap,” ucap Dadang.

Dadang Mulyatna menambahkan, untuk mengurai kepadatan, Dishub menyiapkan rekayasa lalu lintas. Kendaraan dari arah barat ke Jawa Tengah akan diarahkan melalui Simpang Pahlawan dan keluar di Simpang Bojong. “Arus balik juga akan diarahkan melalui jalur yang sama,” tambahnya.

Selain itu, kendaraan dari arah barat ke utara bisa melewati Simpang Tonjong dan Kelurahan Maleber. Sementara kendaraan dari arah timur ke utara bisa melalui jalur Ir. H. Juanda (Irhanda), Simpang Ramona, dan Kelenteng sebagai jalur alternatif.

“Kami sudah menyiapkan jalur alternatif untuk menghindari kepadatan di pusat kota,” ujarnya.

Kemudian, Dishub juga memetakan jalur rawan longsor dan kemacetan. Jalur rawan longsor ada di Kawali dan Panawangan, sedangkan titik kemacetan ada di Simpang Cihaurbeuti, Sindangkasih, Simpang Kujang, Cikoneng, dan sejumlah pasar.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari jalur-jalur yang berpotensi macet dan longsor,” kata Dadang.

“Pengemudi mobil maksimal berkendara tiga jam dan pengemudi motor dua jam. Jika lelah, silakan beristirahat di posko yang telah disediakan,” ujarnya.

Posko induk dilengkapi layanan kesehatan, BPBD, terapi, dan tempat pijat. Dishub juga memanfaatkan sistem kontrol lalu lintas (ATCS) untuk memantau arus kendaraan.

“Kami memanfaatkan CCTV di Simpang Pahlawan, Simpang Tonjong, Simpang Ramona, dan titik strategis lainnya yang terhubung ke ruang kontrol. Jika terjadi kemacetan atau gangguan, petugas akan memberikan arahan langsung melalui pengeras suara,” pungkasnya. (Dods)

Baca Juga Antisipasi Cuaca Ekstrim, Pemdes Panyingkiran Ajak Warga Bergotong Royong

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *