Sedangkan untuk Hari Natal tanggal 25 Desember 2024 beban puncak diperkirakan sebesar 6.927 MW dan pada Tahun Baru tanggal 01 Januari 2025 beban puncak diperkirakan sebesar 7.104 MW.
“Dengan kapasitas tersebut, kami optimis dapat memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Jawa Barat selama perayaan Nataru,” kata Agung.
Namun, Agung mengingatkan bahwa tantangan utama pada perayaan Nataru 2024/2025 adalah potensi cuaca ekstrem yang dapat menimbulkan gangguan pada instalasi ketenagalistrikan PLN.
Sebagai langkah antisipasi, telah dilakukan berbagai aksi preventif sebelum periode siaga Nataru (15 Desember sd 8 Januari 2025). Melalui pemeliharaan jaringan listrik secara rutin, menjaga Right of Ways (ROW) dari gangguan pepohonan dan benda lainnya di sekitar jaringan, serta perbaikan atau penggantian komponen jaringan listrik oleh pasukan Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB).
“PLN UID Jabar juga menjalin sinergi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan gangguan kelistrikan dapat diantisipasi dengan baik selama periode Nataru ini,” ungkap Agung.
Selain itu, untuk memberi kenyamanan dan kelancaran bagi pengguna kendaraan listrik yang ingin liburan atau merayakan Natal, PLN UID Jabar telah menyiapkan 312 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 211 titik lokasi strategis yang tersebar di Jawa Barat.
“Dengan kesiapan yang telah dilakukan, PLN UID Jabar berharap masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan nyaman, aman, dan lancar,” tutup Agung. (Dods)
Baca Juga Cipta Kondisi Jelang Malam Tahun Baru, Polres Tasikmalaya Kota Intensifkan Razia Miras